Thursday, December 31, 2009

Penantian by Dan's




Penantian adalah suatu ujian
Tetapkanlahku selalu dalam harapan
Kerana keimanan tak hanya diucapkan
Adalah ketabahan menghadapi cobaan

Sabarkanlahku menanti pasangan hati
Tuluskanku sambut sepenuh jiwa ini
Di dalam asa diri menjemput berkahMu
Tibalah izinMu atas harapan ini

Rabbi….Teguhkanlahku di penantian ini
Berikanlah cahaya terangMu selalu
Rabbi…..Doa dan upaya hambaMu ini
Hanyalah bersandar semata kepadaMu

Sabarkanlahku menanti pasangan hati
Tuluskanku sambut sepenuh jiwa ini
Di dalam asa diri menjemput berkahMu
Tibalah izinMu atas harapan ini

Rabbi….Teguhkanlahku di penantian ini
Berikanlah cahaya terangMu selalu
Rabbi…..Segala upaya hambaMu
Hanyalah bersandar semata kepadaMu

Rabbi….Redhoilah penantianku ini
Hadirkanlah ketenteraman di dalam hati
Rabbi....Hanyalah padaMu doaku ini
Duhai tempat mengadu segala resah diri



By Dan's

Wednesday, December 30, 2009

DALAM DOA DI HARI LAHIR






Hari ini hari lahirku. Sudah 23 tahun aku hidup di dunia ini. Serasa sudah lama, terkadang baru sebentar cuma. Entahlah.. sukar kugambarkan perasaan ini.

Tapi aku terasa sangat teruja menunggu tiba tarikh ini. Satu sebab dari sebanyak-banyak sebab yang lain, kerna ini kali pertama selepas aku tidak lagi bergelar pelajar (dalam erti kata secara formal). Selepas 16 tahun dari Sekolah Rendah membawa ke sekolah menengah, kemudian ke asasi dan kemudiannya ke menara gading, varsiti kebanggan Universiti Malaya.

Semalam kami sempat keluar ke kedai kek membeli kek di Fourteen, kemudian menyambutnya dengan makan nasi di Cafe Fourteen (lapar sangat). Bersama Kak Asmath, Tasnim Hissan, Nur Masmarina dan dik Nur_Jayyid. Aku sangat gembira mendapat ucapan melalui SMS, Facebook dan lain-lain lagi. Syukran kalian! Begitu juga hadiah dari Tasnim Hissan, Nur Masmarina, dan Halawatul Nasirah. Kemudian aku balik menyambutnya di rumah bersama kek dengan tulisan khas.

Bagaimana ingin kubicara lagi... Nasyid ini bisa menggambarkan diriku di saat ini. Nasyid tema sempena Hari Lahir. Suka sangat! 

DALAM DOA BY HARIS SHAF-FIX (Download dan Hayati Sekarang)

Duduk bersimpuh dihadapan-Mu
Mencoba mendekati-Mu yang terasa jauh
Sujud memohon ke Hadirat-Mu
Meraih cinta kasih-Mu yang kuharap selalu

Mengangkat kedua tanganku meminta pengampunan-Mu
Bercucuran air mataku mengharap kau melihat, kesungguhanku
Mencari setitik cahaya-Mu di kegelapan jiwaku
Bergetar bibirku di saat ku mengucapkan nama-Mu, dalam do'a...

Semua pinta kuhaturkan pada-Mu
Semoga kau mengabulkan semuanya itu
Segala dosa kukatakan pada-Mu
Semoga Kau mengampuni kelalaianku

Sehingga akan terasa ringan di setiap langkahku
Menjalani hari-hariku yang ku tak pernah tahu, sampai kapankah?.......


“Ya Allah, bantulah aku...untuk mengingati Mu, mensyukuri Mu...
dan memperbaikkan penghambaanku pada Mu..”


"Syukur Allahku yang agung.... demi Kesempurnaan Mu yang sudi menjadi Tuhanku... Tuanku... Nyawaku... Ruhku... Pelindung hidup matiku... Cinta Hatiku... 
Syukran Jazilan Nabiku Muhammad S.A.W yang tabah ... demi kema'suman mu yang sudi menjadi Nabiku... Rasulku.. Kecintaanku... Kerinduanku... 
Terima Kasih Islam yang suci... demi kemurnianmu yang sudi menjadi deenku... jalan hidupku... semangatku.. perjuanganku.. 
Gomawo Ibuku yang memahami... demi ketulusanmu yang sudi mengandungkanku.. melahirkanku... menjadi penawarku... mencintaiku... 
Arigato Abahku yang berwibawa ... demi kesungguhanmu dalam mendidikku... menyayangiku.. menguatkanku.. merestuiku selalu... 
Xie Xie hero-heroku yang hensem... demi keletahmu yang menggembirakanku... mengusir dukaku.. menjadi sumber inspirasiku... kesayanganku... 
Gracias sahabat-sahabatku yang baik hati... demi kemesraan kalian yang menyejuk mata hatiku... berkongsi lelahku.. menyokongku.. ikhlas denganku... 
Merci...Danke...Syukriya...Kap Kun..Obrigado.. untuk ‘seseorang’ yang istimewa... demi keluhuranmu yang sudi menungguku.. setia denganku.. menjadi sebahagian dariku.. "
Insya Allah!
Di sini.. kala dewasa menjengah.. khusus inginku nukilkan mengenai sahabatku yang bersama mengongsi suka duka..
Dari PRA SKLG, kemudian SK Gunong, membawa ke SK Bukit Kenak, kemudian langsung ke Maahad Muhammadi Perempuan, lalu berpindah ke Nurul Ittifaq. Kemudian lagi ke Asasi kesayanganku di NilamPuri dan ke Lembah Pantai, Varsiti Perdana UM... sungguh! Banyak kenangan diukir dilorek dipatri kemas kukuh kejap.

Ada Linda :: Baiti, Suhaila, Asma, Jazaine, Laila, Shahida, Yati, Amalina :: Yaya, Jee, Pipah, Fazidah, Tikah, Silah :: Diya, Mas, Fadhilah, Ika, Anis, Raihan :: Dah, Yah, Ayu, Fadina, Wani, Ros, Miza, G-Roh, Azie, Elly :: Waheeda, Muni, Yati, Masyeet, Ani, Najla, Nas ::

Huu..sampai-sampai aku tidak tahu untuk menuliskan siapa lagi... terlalu banyak... belum dikira yang lebih tua atau lebih muda, kakak angkat dan adik angkat dan pelbagai lagi... apatah lagi kaum adam... ahh, semuanya memberi erti yang mendalam dalam hidupku.

Aku berjalan ke sekolah bersama-sama Jazaine sambil berkongsi ketidakmatangan seorang kanak-kanak :: Aku menyenangi Sila (UITM) yang mesra alami, bersamaku ke tuisyen malam menjelang UPSR :: Aku menelusuri resah awal remaja bersama Diya (UDM) yang begitu memahami terkadang ditemani kami oleh poster boy band :: Begitupun Dah (UPSI) yang senyap dan baik menghulurkan tangan membawa kekuatan dalam kesendirian :: Dan Waheeda yang bersifat teliti, mencuba memahami kesibukanku dalam tangis air mata :: Dan Muni yang solehah, membuka jalanku mengenal perjuangan Islam :: Yati yang berpurdah itu, selalu mendoakan jodoh yang baik untukku :: Masyeet yang unik itu, yang selalu membantuku dari sudut materi dan kewangan :: Ani yang comel, yang sering berbicara hati-ke-hati denganku :: Nas yang terkadang kalut itu, yang sering membangunkanku untuk solat malam :: Najlaa yang sempoi yang selalu brainstorming projek denganku :: Ahh hatiku meraung betapaku amat sangat terlalu bersyukur mengenal kalian dalam hidup yang sementara ini. Dan semogalah kita terus bersama bukan sahaja di sini, tapi juga di SANA yang kekal abadi Insya Allah.

Aku tidak tahu untuk berkata apa lagi........................................................................................
SYUKUR dan SYUKUR dan SYUKUR padaMU Ya ILAHI yang telah menentukan segalanya untukku. Aku redha! Aku bersyukur! Aku gembira! 

Salam Kematangan,
Syahadah al-Hafeezah bintu AMRY

Tuesday, December 29, 2009

MY PASSION IS MY DEVOTION


 

Isengku sudah tidak terbendung lagi. Jangan silap faham ayat mulaku ini. Ana merujuk pada isengku terhadap dunia penulisan.

Ada seorang sahabat berpesan padaku. Dalam kita melakukan hal-hal WAJIB di dalam hidup kita ini (dalam konteks manusia : ya tentunya sebagai ABID. Allah sendiri berfirman “..Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Dan juga sebagai KHALIFAH. “..Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi...” Baca: Ibadah bukan hanya ritual dan di masjid-masjid, justeru menjadi khalifah itu sebagai ibadah kepada-Nya. Khalifah?? = Orang yang menegakkan agama dan mentadbir dunia dengannya), kita juga tidak harus mengesampingkan minat dan kecenderungan kita. Biar saja semuanya berpadu membentuk suatu bentuk peribadatan yang diberkahi Allah.

Jangan kerana sibuk berjuang, mesyuarat-mesyuarat persatuan, menyiapkan kertas kerja, paper project, menghadiri simposium dan konvensyen, menghadiri kuliah dan sebagainya kita jadi lupa pada minat dan hobi kita. Yang penting, biar semua gerak laku kita, kudrat kita, daya pikiran kita, jatuh bangun kita, susun atur kita, masa kita, wang kita menjadi suatu ibadah.

Agar semuanya itu dapat berkata-kata tulus di hadapan Allah suatu hari nanti, bahawa “..YA, AKU BERSAKSI YA ALLAH. BAHAWA TUANKU DAHULU INI SANGAT BAIK. SEGALANYA DILAKUKAN IKHLAS DEMI MU YA ALLAH...” Bukannya akan mendedahkan pada Allah di hadapan muka semua orang seraya layar kelakuan hodoh kita diulang tayang pada semua makhluk. Umpamanya kaki berkata “..AKU MENANGIS DIPAKSA MELAKUKAN APA YANG AKU TIDAK SUKA. AKU DIHAYUNKAN KE TEMPAT MAKSIAT SEDANG AKU TIDAK RELA..MAKA, SEKSAKANLAH DIA YA ALLAH..”

Aku mengagumi angkatan penulis muda kontemporari yang mempunyai fikrah yang jelas, dan tahu apa yang mereka ingin perjuangkan. Cukuplah mereka yang tergambar di pemikiran kalian, itulah dia angkatan itu!

So, jom3, tukarkan our passion to our devotion... To Just ALLAH! 
So, how about my passion?
Of course 1) Menulis   2) Melukis   3) Business    dan baaaaanyaaak lagi....   :) Doakan3.


Wassalam wbt.

Wedding Night...


 


The day I've died, my pall is moving on -
But do not think my heart is still on earth!
Don't weep and pity me: "Oh woe, how awful!"
You fall in devil's snare - woe, that is awful!
Don't cry "Woe, parted!" at my burial -
For me this is the time of joyful meeting!
Don't say "Farewell!" when I'm put in the grave -
A curtin is it for eternal bliss.
You saw "descending" - now look at the rising!
Is setting dangerous for sun and moon?
To you it looks like setting, but it's rising;
The coffin seems a jail, yet it means freedom.
Which seed fell in the earth that did not grow there?
Why do you doubt the fate of human seed?
What bucket came not filled from out the cistern?
Why should the Yusaf "Soul" then fear this well?
Close here your mouth and open it on that side.
So that your hymns may sound in Where-no-place!


Poem by Mawlawi Rumi

 Credit on Image

Sunday, December 27, 2009

Love One Another by Khalil Gibran





Love one another, but make not a bond of love
Let it rather be a moving sea between the shores of your souls.

Fill each other's cup, but drink not from one cup.
Give one another of your bread, but eat not from the same loaf.

Sing and dance together and be joyous,
but let each one of you be alone,
Even as the strings of a lute are alone
though they quiver with the same music.

Give your hearts, but not into each other's keeping;
For only The Hand of Life can contain your hearts.

And stand together yet not too near together;
For the pillars of the temple stand apart,
And the oak tree and the cypress grow not in each other's shadow.

Poem by Khalil Gibran (aka Kahlil Jubran)


LEMBUT...TAPI BIJAK, TEGAS DAN KUAT!


Setuju dengan konsep tu.. (ayat ude and da geng)
Kata-kata yang menjadi tajuk post ana kali ini..merupakan antara prinsipku selama ini..
Insya Allah akan dipertahankan sampai mati..
Insya Allah..

Baru saja mahu menaip post ni di notepad sebelum copy di blogger, this sweet message menerjah inbox.
Dari dik Irna Humaira rupanya... Macam kena-kena je.
"Buat Mujahidah Solehah..
Dengan kecantikanmu kau lebih elok dari matahari..
Dengan akhlakmu kau lebih wangi dari haruman..
Dengan rendah hatimu kau lebih tinggi dari rembulan..
Dengan kelembutanmu kau lebih halus dari rintik hujan..
Maka pertahankanlah keindahan ini..
Agar kau terus-terusan menjadi sayap kiri perjuangan Islami..
Penegak Kalimah Allah di muka bumi ini.."
Tq dik Irnawati cute!

Lembut...tapi bijak, tegas dan kuat.. Harus ada pada jati diri setiap manusia apatah lagi wanita. Kelembutan itu penyejuk hati dalam rumah tangga..
Siapa tak suka pada kelembutan.? Yang menenangkan jiwa...membahagiakan hati.. Tidak kira dia lelaki atau perempuan.
Perempuan perlukan lelaki yang lembut (tak setuju dengan konsep 'lembut' ala-ala sotong), tapi lelaki yang lembut hati dan jiwa, pada perilaku, ucapan dan perbuatan..
Nabi Muhammad SAW pemimpinku juga seorang yang lembut. Pada isteri, anak, sahabat mahupun siapa yang jahat pada Baginda..Siapa yang berani menafikannya bilang padaku?

Dengan kelembutan, lelaki itu akan menjadi perwira sejati
Dengan kelembutan, wanita itu akan menjadi bidadari
Dengan kelembutan lelaki bisa meratukan wanita
Dan dengan kelembutan juga wanita bisa merajakan lelaki

Aku sangat tersentuh khususnya bila melihat wanita yang sangat kuat dan tabah.
Kenapa wanita harus menanggung sakit period-pain?
Coba aja siapa yang pernah rasa? Urat pinggang macam nak putus, perut memulas dan ingin muntah. Atau sekadar perut menegang yang amat. Bukan sekali sahaja seperti berkhatannya lelaki.
Tapi setiap bulan harus lesu dan letih.. Sebenarnya...ini persediaan untuk wanita melahirkan..
Kenapa Allah tak jadikan lelaki yang mengandung? Tapi wanita...
Coba aja siapa yang pernah rasa? Sakit pinggang...urat-urat kaki menegang.. badan menjadi sembab dan bulat.. Belum dikira saat bayi menendang. Ke hulu ke hilir membawa 'orang' lain bersama.
Bukan ringan tapi 3, 4 kilogram. Aku lantas teringat ceramah seorang ustazah bertemakan tentang Jasa Ibu.
"Kalau lelaki itu mahu cuba rasa dan lihat bagaimana, ikatlah kampit beras di badannya dan bawanya ke mana-mana. Bukan sehari tapi ditambah kandungannya setiap hari. Sehari tambah secupak-secupak. Sampai akhirnya 3,4 kilogram. Sampai 9 bulan. Jangan pernah berhenti.."
Kadang-kadang aku akui, memang lelaki agak manja..khususnya bila sakit. Padahal demam selesema atau sakit kepala saja...(atau sebenarnya mahu bermanja? ...hmmm)

Dan sungguh! Aku jadi 'serungg..' alias 'seriau'.....memikirkan bagaimana proses kelahiran itu... Aku menutup mata sepertimana biasa kulakukan saat wajah hantu muncul ketika menonton cerita seram, ketikamana aku menonton dua video kelahiran sama ada pembedahan atau kelahiran biasa...
Bayangkan melahirkan kepala sebesar bayi dari ruang sesempit itu. Belum lagi dikira dengan berlaku komplikasi songsang.. Memang bertarung antara hidup dan mati..
Menurut faktanya, beribu-ribu urat saraf sekitar rahim akan putus.. Memang syahid andai gugur..   
Aku jadi insaf....Ya Allah besarnya jasa ibu. Oleh itu ibu dilebihkan 3 darjat dari ayah. "Ummuka...ummuka...ummuka...Barulah abuuka." Sabda kekasih hatiku.
Dalam al-Furqan juga dipatrikan oleh Allah dengan indah sekali..Dalam surah Luqman ayat 14
"Dan Kami perintahkan kepada manusia mengenai dua orang ibu-bapanya;  Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya (memberi minum susu)
dalam dua tahun. Bersyukurlah  kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapamu, hanya kepada-Kulah kamu akan kembali."
Bagaimana hendak ditafsirkan dan difahami perkara sedalam itu? Wahnan 'ala Wahnin...?? menyebutnya saja sudah terasa berat yang bertambah-tambah.. Astaghfirullah..
(Mak maafkan kak, I love you and miss you mak)

Hati rasa terharu dan mata pijar tika membaca atau menonton berita mahupun cerita tentang ketabahan hati dan kekuatan jiwa seorang wanita.
Dalam Fitrah Kasih..atau Ramadhanku...atau Bersamamu...dan program seumpamanya...hati sayu malah kadangkala air mata tumpah melihat ketabahan seorang ibu yang diuji dengan kemiskinan..yang berbicara sambil mengesat-ngesat kelopak mata..

8 September 2009 (Selasa) yang lepas aku membaca Berita Harian. Tajuknya "Suami Isteri bantu tangkap peragut", berlaku di Ampang Jaya. Aku tersentuh. Begini situasi dan kisahnya. Menurut versi saya lah..
Berlaku traffic-jammed. Tiba-tiba datang peragut di tepi tingkap kereta pemandu wanita, Shahrina Akmar (31). Mereka lalu memecahkan tingkap kereta tersebut dan meminta beg tangan, lantas menarik keluar
beg tersebut. Irwan Shah (29) dan isterinya Fazilina (29) yang juga menaiki motosikal melihat kejadian tersebut. Disangkakan hanya pergaduhan kecil. Tapi melihat kejadian pelik tersebut, mereka tahu ada
sesuatu yang berlaku. "Mula-mulanya saya teragak-agak untuk mengejar kerana bimbangkan keselamatan isteri saya (siapa tak sayang bini...) namun tiba-tiba isteri menjerit menyuruh saya mengejar kedua-dua lelaki
tersebut. Ini sekaligus memberi semangat pada saya." kata Irwan. Irwan pun teruslah mengejar dan melanggar motosikal mat hampeh tu dari arah belakang. Keempat-empat jatuh tergolek di atas rumput di tepi jalan.
Kata Irwan lagi "Isteri saya segera bangun kembali dan cuba menarik beg tangan daripada peragut terbabit. Tapi saya suruh dia lepaskan kerana bimbang peragut itu mempunyai senjata (sekali lagi siapa tak sayang bini...) Pastu polis pun datang... Begitulah alkisahnya. So sweet : )

Dan lagi, aku sangat suka menonton kartun especially kartun Jepun dan Korea. Manga-manga ini sangat comel dan cute. Lukisannya juga hidup dan semulajadi. And big hands! Tentulah pada kartun2
Studio Ghibli.. : ) (Ponyo, Spirited Away, Howls Moving Castle, Panda Go Panda!, My Neighbour Totoro etc)
Dalam cerita Ponyo, anak ikan pink yang bertukar jadi budak perempuan rambut pink tu.. aku sangat mengagumi Rika, emak budak lelaki bernama Sosuke tu. Lembut...tapi tegas dan kuat.
Antara scene nya bila Rika bawa kereta dan berusaha balik ke rumahnya di atas bukit.
Dan juga kartun The Incredible, aku kagum pada watak Elastic Girl maknya. Scenenya bila kapal terbang yang dipandunya mahu diletupkan oleh peluru berpandu.
Dan juga pada Aki Ross dalam Final Fantasy: The Spirit Within. Scene akhir bila orang kesayangannya mati..
Dan juga pada cerita 'One Litre of Tears', sebuah cerita Jepun adaptasi dari kisah benar...Ibu Aya San yang sangat tabah... dan Aya sendiri  ;-/

Kelembutan itu penting... ini petikan dari e-book novel pdf, BIDADARI UNTUK IKHWAN karya Kang Fajar Agustanto, membuat aku semakin faham.

JILID 7.
“Akhi, ana pengen menikah dengan antum bukan karena harta antum. Atau bahkan
jaminan antum! Kalaulah antum belum bekerja. Asal antum mau, pasti ada pekerjaan buat antum! Ana cuma mengingatkan antum saja. Bahwa antum, tidak akan bisa memberikan ana jaminan kepastian untuk bisa menghidupi ana! Kalaulah ana menikah dengan antum, antum bukanlah penjamin hidup ana. Atau bahkan bisa memberikan nafkah kepada ana! Allahlah yang menjamin rezeki tiap-tiap umatnya. Lalu kenapa kita harus takut untuk melangkah dalam pernikahan, karena alasan soal rezeki atau nafkah. Semua serahkan ke Allah. Kalau ana jadi istri antum, ana siap hidup menderita karena harta. Tetapi berlimpah-limpah keimanan! Dan ingat akh, menikah juga termasuk salah satu pintu rezeki!
Subhanallah ucapku lirih dalam hati. Yaa Allah, aku siap menikah sekarang juga, kalau Engkau memang memberikan bidadari ini padaku. Ucapannya lembut, tutur katanya santun. Tidak menggurui. Tetapi tetap, dalam di hati. Sungguh bidadari yang turun ke bumi. Entah siapa dia. Pokoknya aku sudah tidak butuh lagi wajah cantiknya. Aku tidak butuh lagi keindahan dan kemerduan suaranya. Asal wanita ini siap berjalan denganku menuju Jannah Illahi." 

JILID 14
"Malam yang indah. Aku dan istriku berjalan beriringan. Sedari kampus, aku langsung berjalan-jalan di keremangan malam. Indah. Bintang-bintang menaburkan segala cahayanya untuk menyemarakkan perjalanan kami berdua. Bulan bersinar dengan keremangan cahayanya. Sungguh indah. Atau mungkin sebenarnya ini biasa. Hanya saja karena aku tidak pernah menikmati suasana seperti ini. Atau karena pada saat itu aku tidak mempunyai seorang pendamping di sisiku. Semua keindahan ini memang benar-benar menjadikan kita benar-benar bersyukur. Sungguh, nikmat mana yang akan kamu dustakan.
Sudah delapan bulan aku menikahi seorang bidadari. Hidupku benar-benar menjadi sangat berarti. Aku benar-benar merasakan kasih sayang seorang bidadari. Perangai yang lembut, tutur kata yang menyejukkan hati, sifat pengayom. Membuat aku benar-benar menikahi seorang bidadari surga. Tak lupa wajah yang cantik. Meskipun itu bukan prioritas. Kami berdua selalu melalui hari-hari dengan indah. Hari-hari penuh ibadah"

Sungguh gila lelaki yang pemarah, bengis, egois dan baran. Mereka yang bersifat begitu telah sering kalah dengan nafsu ammarah..dan nafsu diri yang buruk serta hasutan syaitan.
Bukan tak sering aku melihat lelaki-lelaki yang agak kurang berperi kemanusiaan. Dalam gerakerja juga ada. Memberi arahan itu dan ini sedangkan yang melaksanakan semuanya adalah akhawat. Kemudian lelaki juga yang mendapat nama. Bukan tak sering teman akhawatku datang menghamburkan air mata di depanku. Masalah partner dan sebagainya.. Tapi tidak mengapalah. Nama juga orang. Nama juga perjuangan. Tentu pelbagai ragam. Dan ujian.
    
Ini Mesej dari Halawatul Nasirah teman baikku, ku titipin lagi buat kalian khususnya para akhawat. Moga ada gunanya..
"Dirimu terhias sebagai sebaik-baik ciptaan.. maka jadikanlah dirimu Nisa' yang boleh menjadi Mujahidah...Jihad di jalan Allah..
Jadikanlah dirimu antara fatayaat yang dijulang..cantik dipandang tapi susah untuk dipegang..
Jadikanlah dirimu gadis manis yang tak pernah kalah dengan redup panahan mata Adam.
Biar nafsumu hidup dalam Tarbiyyah di jalan Dakwah bertintakan darah dan air mata perjuangan..dititip atas warkah penuh kemuliaan dan dikirimkan untuk Mujahidah menuju Tuhan.."

Salam Mujahidah Solehah dari Mawar_Mujaheedah!
Salam Lembut....tapi bijak, tegas dan kuat dari Syahadah al-Hafeezah!

Wednesday, December 23, 2009

THINKING HARD.....


Sebenarnya until now I'm thinking hard about my future.
So rasa messy sikit. Banyak benda fikir.
Memang Allah akan mengaturkan yang terbaik untuk kita.
Tapi masih kita perlu berusaha.

Ana memikirkan tentang cita-cita dan impian.
Apa yang ingin ana capai dalam hidup?
Ke arah mana ana ingin tuju?
Bidang mana ana ingin fokus?
Amal jama'ah dan ijtima'iyyah mana ana ingin fokus dan terlibat?
Tentang batch yang baru grad, membawa haluan masing-masing.
Tentang jodoh dan sebagainya?

Ana rasa inilah masa yang paling kritikal dalam hidup ana (setakat ini)
Kalau dahulu kita masih boleh hidup biasa-biasa dalam jagaan ibu bapa.
Sekarang ana berfikir keras tentang masa depan yang lebih serius.

Doakan.........

Tuesday, December 22, 2009

Big Bad Book Sale.. Really Bad!!


Really bad... chommal... I got astonished..amazed..struck with the view in front of my eyes..
the people..the sale...the book..the price..the varieties!
RM 8 per book. Where on earth to get. The new and latest books :)
Went there on the 1st day of the sale.
It's a day before Eid al Adha, the afternoon before i went back to hometown with Ayah Wan.
The 360 Degrees Leader also The Body Toxic are among the books that I bought.
Together with 1 Buku Masakan (Really Holistic :), Mother and Friends (Family Novel), Vampire Kisses 1: Blood Relatives (Comic), Why Women Talk and Men Walk (Motivation) and Train Your Mind (Motivation).
Bila nak habis baca semua... huhu..Buku dulu-dulu pun banyak lagi...:P
Dik Pija help me!

BIODATA DIRI



Nama:
Syahadatul Hafizah binti Abdullah 

Nama Panggilan:
Syahadah (Prefer) Lain-lain: Hafizah, Zah, Adah, Sya, Fizah

Tarikh Lahir:
30/12/1986 

Tempat Lahir:
Rantau Panjang, Kelantan

Kediaman Tetap:
Ghurfah Syahadah, Teratak Ilham, Taman Ilmu, Kg Kepala Gajah, Renek Besut Terengganu.

Kediaman Sementara:
Ghurfah Sakinah, Villa Mujahidah, Seksyen 12, Petaling Jaya Selangor.

Pendidikan :
1) Pra Sek Keb Long Ghafar Kota Bharu Kelantan (92)
2) SK Gunong Bachok Kelantan (93-96)
3) SK Bukit Kenak Besut Terengganu (97-98) UPSR'5A
4) SMU (A) Maahad Muhammadi Lilbanaat Kota Bharu Kelantan (99-01) PMRU'6A, PMR'6A
5) SMK (A) Nurul Ittifaq Besut Terengganu (02-03) SPM'8A
6) Pusat Asasi Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya Nilam Puri Kelantan (04-06) CGPA 3.83
7) Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya Kuala Lumpur (06-09) Ijazah Sarjana Muda Sains Gunaan Dengan Pengajian Islam (Sains Biokesihatan) CGPA 3.17
8) Penolong Penyelidik di Jabatan Al-Qur'an & Al-Hadith, APIUM (09-10)
9) Menyambung ke Sarjana Usuluddin (Al-Qur'an dan Al-Hadith) Insya Allah (10-11)

E-mail:
mysyahadah@gmail.com
YM:
mawar_mujaheedah@yahoo.com
Blog:
mysyahadah.blogspot.com

Hobi:
Membaca segala jenis buku, menulis karya kreatif, melukis kartun, surf internet, memasak, mendengar nasyid

Cita-cita:
Pensyarah (Siti Aisyah), Businesswoman (Siti Khadijah), Mujahidah (Khaulah), Syahidah (Sumayyah)

Misi:
"Menjadi Muslimah Solehah lagi Muslihah; Cerdik Lagi Terdidik:
Menjadi Kebanggaan Penduduk Langit dan Bumi"
 
Motto:
"Breath + Die For ISLAM!!"

Prinsip/Kata-kata:
1) Perempuan Solehah lebih baik dari dunia dan seluruh isinya
2) Setiap dari kita adalah ujian dan hikmah antara satu dengan yang lain
3) Untuk setiap perkara yang dilakukan dan setiap keputusan yang diambil, ada harga yang perlu dibayar

Friday, December 18, 2009

NAMAKU SYAHADAH....ADAKAH KAU SUDI??




Namaku Syahadah
Kau sedia mengenalnya
Kerna Kau lebih dekat dari
   Deru urat leherku
     Darah dalam nadiku
         Detak dalam jantungku
             Desah dalam nafasku

Syukur Kau beriku nama ini
Nama yang sangat istimewa
    Hina pada Mu
       Malu pada Rasul Mu
          Segan pada Malaikat Mu
             Kerdil pada Bidadari Mu
                 Berdosa pada makhluk Mu
                    Bodoh pada Iblis Mu

Andai aku
Tidak menyanjung kalimah mulia ini
Tidak menebar menyebar kalimah suci ini

Syahadah
Adalah kesaksian pada dzat agung MU
Syahadah
Adalah kecintaan pada belahan hatiku jua kekasih Mu
Syahadah
Adalah jalan pertemuan maha suci dengan Mu
Syahadah
Adalah natijah ihsan untukku dari secebis ilmu Mu

Kini
Aku menginjak 23 tahun
Sungguh...lama sudah aku hidup
Namun sungguh...rasanya juga baru sekejap
Kerna aku masih tidak mengenal

          Erti hidup...sebenar-benarnya
          Akan cintaMu, dia dan makhluk.....setulus-tulusnya
          Dan hakikat terdalam wujud diri.....sesungguh-sungguhnya

Kadangkala aku rasa aku puing kosong nyali
Bodoh tak berguna
Terkadang aku rasa aku fana asyik mabuk
Tenggelam dalam lautan cinta

                Kerikil di Sahara yang paling dibenciMu
                Bayu di Awan yang paling dikasihiMu

Aku..yang hina pendosa...
Mahu bertemu Mu...Yang Paling Kemilau Bercahaya...
Layakkah aku??

                Tapi...aku memang mahu...
                Memang...
                Memang sangat mahu...
                Sangat-sangat memang...
                Memang sangat...

Namaku Syahadah....adakah Kau sudi nanti??
Tika siap urusanku di sini....             

               DariMu
               KeranaMu
               UntukMu
               BuatMu
               KepadaMu
               DemiMu

NAMAKU SYAHADAH....ADAKAH KAU SUDI??
Syahadah al~Hafeezah @ Mawar_Mujaheedah @ Tinta_Kejora  @ Eve Polaris
Jumaat Sayyidul Ayyam, 9.30 pm
1 Muharam 1431 = 18 Disember 2009
Ghurfah Sakinah li Villa Mujahidah 

Thursday, December 17, 2009

INILAH DUNIAKU....



Esok 1 Muharam 1431H..
Barang dua minggu lagi..30/12/2009M pula..
Inilah aku....yang masih dangkal dalam menaksir makna hidup..

23 tahun?? Apa yang kekal dalam diriku?? Yang sudah sebati dalam ragaku??

Sejak dahulu dan hingga masih kini...
Akalku selalu berputar..
Hatiku sering bermuhasabah...
Jiwaku sering menerawang..
Menjiwai makna dan tujuan hidup yang hakiki..

Kadang aku jauh dari jalan Ilahi
Kadang aku larut dalam lamunan sendiri
Kadang aku alpa dalam bayangan mentari
Kadang aku lena dalam dakapan dinihari...

Dan...
Syukur pada pemikiran ini..
Yang sering menguatkan aku..
Tika aku lemah sendiri..

Bahawa...
"AKU ADALAH AKU"
Tiada insan lain bisa menjadi diriku
Bukan orang lain adalah aku
Tidak mungkin makhluk lain menggantikan diriku
Atau aku menggantikan dirimu
Pahalaku adalah kurniaan restu
Dan dosaku adalah kerna diriku yang buntu

Dan bahawa...
"HANYA SEKALI INI HIDUPKU DI DUNIA.."
Tiada yang lain lagi selepas ini
Laknatlah pemikiran kehidupan selepas mati
Atau hayat sebelum atau seterusnya
Yang ada hanyalah..

Dulu di alam roh...
Kemudian di alam rahim..
KINI DI DUNIA FANA..
Dan akhirnya di AKHIRAT sana...
Yang pasti kekal..

Lalu inilah duniaku
Dunia yang hanya sekali
Tiada lagi mungkin berganti

Untuk menebus segala salah diri
Untuk menadah ilmu Ilahi
Untuk berbuat kebaikan sebanyaknya pasti
Mengutip pahala dan berkat Rabbi
Mencintai Muhammad belahan jiwa selayaknya peri
Untuk berjuang buat agamaNya yang suci
Untuk mengirim senyuman pada insani
Menebar cahaya dalam kehidupan alami
Berbakti pada keluarga yang menyayangi
Mesra pada sahabat yang sejati
Setia pada 'kekasih' titipan dari Rabbul Izzati..
Menjaga ikhlas permata hati..  

Justeru
Dengan berkat bulan Muharam suci
Dan tanggal umurku yang baru ini
Aku memohon istiqomah dan ketetapan hati
Serta perilaku dan hati yang bersinar murni
Bak Kejora di langit lepas nan tinggi

Sambil berkata...
"INILAH DUNIAKU..."
Ladang tempat aku menuai..
Agar dapat merasa hasilnya yang baik

Sambil berkata...
"KAU TUNGGU AKU.."
"KERNA AKU MENUNGGUMU DATANG MENJEMPUTKU..." 

Syahadah al~Hafeezah
APIUM_in_my_heart
Khamis, 17/12/09
3.30 pm

Tuesday, December 15, 2009

ADA SOLEHAH DALAM DIRIKU



"Sesungguhnya Dunia dan Segala Isinya adalah Perhiasan.. dan Sebaik-Baik Perhiasan Dunia ialah Wanita Solehah..."

 Izah mengirai-ngirai rambutnya yang masih basah. Diselak-selak sendiri dengan tangannya yang mulus. Kemudian, dilap kembali dengan tuala pinknya. Membalut, seterusnya menyanggul rambut ikal mayang basah nya itu.

Dia menapak ke sisi katil. Telefon bimbitnya digagau di bawah bantal. Ia berkelip. Ada dua mesej tertera. Kedua-duanya sudah tidak sabar untuk dibuka. Izah duduk di tepi katil, lantas menekan butang ‘open’. Ada mesej dari Ikhwan, ada mesej dari Dzikry. Sambil senyum tipis, membaca sekilas mesej Ikhwan, Izah membiarkannya. Membuka pula mesej Dzikry, juga tersenyum tipis.

Izah berkeputusan membalas kedua-dua mesej tersebut. Sebetulnya sebelum mandi tadi, memang dia sedang bermesej dengan kedua-dua lelaki itu. Dia meletakkan telefon bimbit itu ke atas meja belajarnya. Mengambil losyen Nivea kemudian melumurkan ke bahu kanannya. Jam dari laptopnya berdenting sekali menandakan sudah pukul 7 malam.

Sambil meratakan losyen ke seluruh lengan kanannya, Izah menekan butang ‘reply’.

‘ X wat apa pun..baru siap mandi..’

Izah menekan butang send.

Pintu bilik diketuk perlahan. Salam halus kedengaran Pintu bilik dikuak. Muncul Fasihah dengan senyumannya yang manis. Rambutnya juga dibalut dengan tuala, persis Izah. Cuma yang berbeza, Fasihah nampak manis dan sopan dengan baju kelawar bercorak batik labuhnya. Berlengan panjang santak ke hujung lengan. Warna biru laut yang ceria, dihiasi warna-warna pastel yang lain. Tompokan bunga pink, kuning, hijau epal dan lilac tambah menyerikan gadis itu. Sedang Izah ada di birai katil, dengan handphone di tangan, masih selesa berkemban dengan kain batik.

Fasihah cermat-cermat meletakkan baldi berisi bekas mandi dan peralatan mandinya bersebelahan baldi Izah di ruang kanan bilik itu. Kipas siling di bilik 30x25 itu berpusing ligat. Fasihah lantas meleraikan balutan rambutnya. Terurailah rambutnya yang ikal mayang berkilat santak ke punggung itu. Dia mengambil sikat dan menyikatnya perlahan. Usai merapikan rambut, dia terus menyarungkan jubahnya. Anak telekung dipakai, dan telekung solat disuakan ke mukanya. Dia membuka lokernya, menyorong laci seterusnya mengeluarkan sepasang sarung kaki coklat yang baru. Menutup pintu loker seterusnya mengenakan sarung kaki tersebut.

Izah terus-terusan menghadap handphonenya. Fasihah melihat wajahnya sekilas di cermin. Jam berdenting sekali lagi dari laptop Izah menandakan sudah pukul 7.15 malam.

“Ahh..aku perlu cepat. Tak lama lagi azan akan berbunyi. Nanti tak sempat pula nak beriktikaf dan solat sunat qabliyyah”
bisik Fasihah.

Fasihah senyum sekilas pada Izah. Izah hanya membalas dengan pandangan kosong. Fasihah terus keluar dan menutup pintu cermat-cermat, dengan Al-Qur’an hijau kesayangannya di tangan kanan. Tanda tanya timbul dalam hati Izah.

“Aik..selalunya dia ajak aku ke surau bersama.. Em, takpelah..bagus jugak. Takdelah aku serba salah nak cari alasan.. Peliknye..nak pi surau je, dekat je pun..nak pakai stokin jugak..hai..”
Izah senyum sinis sambil terus menyambung menaip pesanan ringkas. Dzikry menunggu di hujung sana.
Tepat pukul 9.30 malam, Fasihah pulang dengan menjinjit beg plastik. Masih dengan senyumannya, dia hati-hati meleraikan telekung solatnya yang sedikit biru nila itu. Usai disangkut di hanger, lantas menggantungnya di hujung katil, Fasihah menyuakan bungkusan itu pada Izah yang leka mengadap laptopnya. Ada bunyi deringan menandakan mesej masuk. Bunyi mesej YM.

“Zah, jom makan sama-sama. Ada biskut raya. Amalina yang bagi, dia ajak singgah ke biliknya lepas solat Isya’ tadi. Baik sangat dia, padahal baru kenal tadi.”

Izah berpaling sekilas sambil senyum.

“Emm, takpelah. Kite dah makan petang tadi. Awak makanlah. Malam kite tak makan sangat..takut badan naik..haha” jawab Izah berbasa-basi.

“Owh..ye ke..baguslah. Doktor, mesti jaga kesihatan kan..” Fasihah senyum ceria.

Fasihah mengambil sekeping biskut Almond London, menyuakan ke mulut. Getaran Bismillah kedengaran halus. Usai mengisi lebihan  biskut ke dalam tabung biskut di rak teratas, Fasihah mencapai buku teks Usul Akhamnya. Duduk mengadap ke arah kiblat, Fasihah membuka buku tersebut dengan bacaan Bismillah.

“Eii..tolongla jangan panggil aku Zah. Macam nama orang tua je.. Em, hairan aku. Ramai betul kawan dia. Kejap Sumayyah, kejap Suhaila, kejap Aina, kejap Amalina..mm..apa-apa jelah...” gumam Izah di dalam hatinya.

Pukul 11.30 malam, Fasihah beberapa kali menguap. Izah masih tekun di hadapan laptopnya. Facebook sedang dilayari. YM masih terus dilayani, malah tambah rancak berbunyi.

Fasihah bangun mengambil baldinya. Dia keluar ke tandas yang berada selang beberapa bilik dari bilik kediamannya, D643. Usai memberus gigi, membersih muka dan meratakan air wudhu’, dia menapak ke biliknya.

Fasihah membuka mushaf kesayangannya, menyelak tali oren, tempat tanda Surah Al-Mulk. Usai membaca habis surah itu perlahan-lahan, dia menutup mushaf itu, mengucup, mencium dan meletakkan ke dadanya. Erat.

“ Zah, Hah tidur dulu ea. Em, Zah jangan tidur lewat sangat tau...nanti ada black circle..nanti hilanglah keayuan Zah..hehe..”


Izah senyum pada Fasihah.

“..Baiklah..kite pun dah ngantuk jugak ni..”

Fasihah sudah lena dibuai mimpi. Dia tidur mengadap kiblat, dengan rusuk kanan berada di bawah. Desahan nafas halus berirama perlahan.

Pukul 12.30 malam, Izah masih di hadapan laptopnya.

“Ahh..belum solat Isya’ lagi..tapi ngantuk la pulak.. Em..tidur dululah. Bangun pukul 4, baru Solat Isyak..”

Izah terus merebahkan badannya ke atas tilam empuk bercadar pink bunga merah itu, sambil menetapkan alarm telefon bimbitnya pada pukul 4 pagi. Tidak lama untuk dia mula belayar di lautan mimpi...

Pukul 3 pagi, Fasihah bangun. Menyucikan diri, menyucikan hati dan nawaitu. Menyegarkan diri dengan air wudhu’, Fasihah mengenakan telekung solatnya. Sengaja dia menggantung telekung di hujung katilnya, agar terbangun sahaja, dia dapat melihat telekung itu seraya mengingatkan dirinya untuk solat malam.

Ahh..solat malam. Nabi Muhammad S.A.W yang maksum, dicintai Allah dan pasti masuk syurga itu saja solat hingga bengkak kakinya. Sedang aku ini.. Maksum? Jauh sekali. Dicintai Allah?? Tak pasti... Syurga??? Ahh..aku yang hina begini..entah lah Ya Rabbi... Justeru itu..izinkan aku bangun di dini hariMu ini.. meratap sendu di kakiMu Ya Ilahi Rabbi..memeluk bayanganMu Ya Habibi Qalbi.. bersimpuh tulus di hadapanMu Ya Naasiri..Ya Waliyyi..Anta Maqsuudi..Waridhaaka Mathluubi..

Sekejap sahaja air mata penuh di tubir mata Fasihah. Sendunya berlagu perlahan.. bimbang didengari teman sebilik. Dalam doa dia bertawakkal. Bulat, penuh. Usai berzikir perlahan, membaca Al-Qur’an barang tiga muka, solat witir, Fasihah merebahkan badan kembali, dengan mata yang masih basah.

Baru sahaja dia ingin melelapkan mata, handphone Izah berbunyi. Lagu Lady Gaga.

"Bunyi call? Atau alarm? Tapi biasanya kalau call... bunyinya macam lain.."
Fasihah terkejut.

"Emm, pukul 4 pagi. Bangun bertahajjudkah?" Fasihah berteka-teki.

"Alhamdulillah.."

Sudah 3 kali handphonenya berulang dering. Namun Izah hanya bergerak-gerak tanpa memberi tindak balas apa-apa.

“Mungkin dia tidur lewat. Penat benar..”
terka Fasihah.

Atas dasar sahabat, dan mungkin niat yang baik di disisi Izah, Fasihah menggerakkan Izah. Mungkin benar dia mahu bertahajjud, kasihan dia jika terlepas. Atau ingin mengulangkaji.. tidak kisahlah. Yang pasti tentu dia ada maksud tersendiri untuk bangun di dinihari itu. Jikalau tidak, masakan dia set alarm handphonenya.

“Zah.. Em.. Izah... Izah. Izah nak bangun ke?”
Fasihah menyentuh kaki Izah lembut. Kemudian, Fasihah berhati-hati menggoncang bahu Izah.

“..Ha..Emm..Ya..Ya..”
Izah menggosok-gosok matanya. Dia bangun dan duduk di birai katil. Mematikan alarmnya.

Fasihah kembali merebahkan badannya di katil. Cadar warna ungu muda itu dikemaskan sebelum dia merebahkan badannya. Dia tidak tahu bahawa Izah sebenarnya terlena kembali.

Tepat jam 5.30 pagi, Izah terbangun kembali.

"Aduh!! Solat Isya’!"

Mengerling handphonenya sekilas, Izah buru-buru ke tandas untuk mengambil wudhu’. Fajar Subuh akan menyinsing sekejap lagi.

Usai solat, itupun cuma 2,3 minit, Izah melepaskan kelelahannya yang berbaki.

“Ah..nasib baik sempat. Tak pasal-pasal aku kena ganti nanti...macam dua hari lepas...”


Bukan tak selalu Izah begitu. Qadha' solat disebabkan kebiasaannya melewat-lewat dan menangguh-nangguhkan solat. Itupun jika rajin dan teringat. Sudahnya dibiarkan sahaja tanpa menggantinya. Dalam remang bulan dan cahaya lampu mejanya, Izah tertangkap pada helaan nafas halus. Cukup teratur. Ia begitu mendamaikan. Lantas Izah menyoroti pula wajah itu. Ia tambah mendamaikan jiwa.

“Tak banyak beza antara aku dan dia.. Rambutnya ikal panjang, lebih kurang sama saja dengan aku. Aku lebih cerah. Aku juga lebih kurus dari dia. Tapi, kenapa dia sangat menawan hati? Renungan matanya bening dan cerah. Kalau aku pun dah fikir begitu, entah apalah pandangan dan fikiran lelaki lain.. Agak-agaknya dia ada tak pakwe? Tak pernah sekali pun dia cakap pasal lelaki. Kalau kawannya datang, tak pernah pun bincang pasal topik tu.. habis-habis tentang kuliah-kuliah agama, usrah, isu-isu semasa... tarbiyyah...apa tu?? aku??..”
Izah bermonolog dalam hati sendiri.

“..Waktu tidur, Fasihah lagi cantik. Sangat puas menatap wajahnya yang lembut dan bersih itu. Aku? Entahlah...Ahhhhh...” Izah membanding beza lagi. Menjerit kecil dalam relung hati sendiri.

Pandangan mata Izah tertancap pada tangan Fasihah. Lengan bajunya tersingkap ke paras siku. Ada garis di situ. Garis di pergelangan tangannya jelas kelihatan.  

“Ah..jarang sekali untuk melihat lengannya begitu, apatah lagi sering berkemban macam aku.. Ya Allah, dia sebenarnya sangat putih. Cuma tangannya je yang sedikit berlainan. Inilah bukti dia menutup auratnya dengan baik sejak dahulu.. sedang aku? Selesa berlengan pendek ke sana ke mari..” Izah mula sebak.

Dia memandang kembali wajah Fasihah. Garis yang sama juga kelihatan di sekeliling wajahnya yang penuh itu. Ini kerana dia istiqamah dengan tudung labuhnya sejak di bangku sekolah rendah lagi. Menurut foto yang dilihat Izah di atas meja belajar Fasihah.

“..Ya, dia sebenarnya lebih putih dari aku..lebih cantik dari aku. Aku sahaja yang perasan lebih sebelum ini. Tapi aku akui melihat dia mengenakan telekung solat atau tudung labuhnya, begitu mendamaikan jiwa..”


Izah segera teringat. Waktu itu Fasihah tertinggal bakul bajunya di bilik. Asalnya mungkin dia berkira-kira untuk membasuh baju tersebut. Ada dua helai semuanya. Jubah dan tudung labuhnya Kebetulan mungkin dia terdengar suaraku di bilik mandi itu. Ahh..aku juga sebenarnya yang mulut luas, bising sahaja berborak dalam bilik air itu. Kebetulan aku terjumpa Zura, roomateku sesi lepas. Apa lagi, tentunya topik itu menjadi bualan. Aku tentang Dzikry dan Ikhwan, dan Zura kecoh sekali menceritakan mengenai teman chatting yang baru dikenali, Faiz. Baik dan romantik katanya.

Selepas Zura berlalu membawa bersama pinggan-pinggan dan mug yang katanya tidak berbasuh sejak dua hari lepas, Fasihah segera memanggilku dari dalam bilik air. Dia meminta tolong supaya mengambil bakul baju tersebut. Aku tidak kisah. Bukan aku tidak pernah meminta tolong darinya sebegitu.

Saat aku menyuakan bakul tersebut, dia membuka pintu bilik airnya. Dia berkemban, dan kelihatan agak kekok. Buru-buru dia mengambil bakul tersebut dan mengucapkan terima kasih padaku, lantas menutup kembali pintu bilik air. Sedang aku seperti tersihir. Dia amat cantik!!
    
Air mata Izah mula bertakung.

“Aku ini, nama sahaja Hafizah, Yang Terpelihara.. tapi tidak pun menggambarkan peribadiku.. entah apa yang terpelihara.. Auratku kah? Pergaulanku kah? Ibadahku kah? Ahh..semuanya tidak!..” Air mata Izah tambah melebat. Dia sedaya upaya menahan esakan tangisnya.

Dia merasa sudah lelah pada permainan dunia. Yang pasti, dia bukannya bahagia begitu. Ada juga dia berbincang-bincang dengan teman-teman se‘kepala’nya. Hasil muzakarah, mereka mencapai kata sepakat : “Untuk apa menjadi hipokrit. Jadilah diri sendiri!” Awalnya dia bersetuju. Lama kelamaan dia mula goyah dengan doktrin itu. Itupun setelah bermesej dengan seorang ustazah, Ustazah Sakinah namanya. Ustazah Pendidikan Islam sekolah menengahnya dahulu.

Kata ustazah, “Hipokrit yang bagaimana dimaksudkan? Contohnya begini, kalau kita boleh memilih..telur, beras, gred Exam umpamanya, mesti kita mahu yang gred A. Justeru itu juga dalam kita memilih halatuju hidup kita. Tentunya kita mahu semuanya yang terbaik, gred A. Ibadahnya, pergaulannya, pemakaiannya, semuanya gred A. Gred A dan sebagainya itu tentulah sudah ada dalam suluhan agama. Hanya kita selama ini yang hipokrit, memilih gred B, C dan sebagainya sedangkan hati kita sebenarnya mahu Gred A. Fitrah kita asalnya cenderung pada Gred A, kerana agama Islam itu sesuai dengan fitrah. Cuma kita yang menjadi hipokrit pada diri sendiri, menafikan kemahuan hati sendiri, ego pada kata hati sendiri!”

Selepas banyak berbincang dengan Ustazah Sakinah, aku seringkali memikirkan mengenai perkara ini. Cuma, untuk bertanya pada Fasihah, aku sebenarnya rasa malu. Dalam erti kata lain, egokah aku?? Ya, aku sebenarnya ego. Ternyata aku memandang rendah pada pelajar jurusan Pengajian Islam. Fikirku, aku jurusan Perubatan. Bagai langit dan bumi. Melangkah keluar sahaja dari universiti aku bisa memilih untuk bekerja di hospital manapun. Tiada istilah menganggur dalam kamus kehidupan seorang graduan perubatan. Namun aku lemah, aku kalah dalam menaksir makna sebenar sebuah kehidupan. Maka, jadilah aku seperti sekarang.

Mataku sudah menjadi umpama empangan yang pecah. Air mata tak tertahan lagi. Ternyata selama ini aku mengingkari fitrah, suara hati sendiri. Aku sebenarnya amat dengki pada mereka. Entahlah, susah untuk kugambarkan. Mereka manis dan sopan menjaga aurat. Persahabatan mereka bukan retorik, malah susah sekali untuk mendengar kata-kata kesat keluar dari bibir mereka. Apatah lagi untuk bergaduh, bermasam muka sesama mereka. Bergaduh kerana lelaki? Mempermainkan perasaan lelaki?? Ah..untuk mendengar nama seorang lelaki dari bibir mereka pun amat payah. Yang pasti, lelaki yang soleh tentulah untuk mereka. Mereka-mereka yang meletakkan agama dan Allah di tempat teratas, lebih dari segala-galanya. Sahabat, aku juga ingin sepertimu. Dalam ketenangan menghadapi hidup ini....

Di saat itu aku merasa akulah insan yang hina di hadapan Fasihah. Apatah lagi, aku merasakan akulah manusia yang paling kerdil dan hina di hadapan Allah. Umurku sudah 22 tahun, seperti juga Fasihah. Namun ku amat pasti, dia sudah jauh belayar ke lautan cinta Allah, dan mungkin sudah sampai ke pantai kemanisan iman. Sedang aku masih tersekat-sekat jauh di atas gunung sana. Muara masih jauh dalam genggamanku, apatah lagi untuk mula belayar di lautan cinta Ilahi dan tiba ke pantai kemanisan iman..

Fasihah bergerak-gerak. Aku segera menyapu air mataku, dan berpaling ke sisi lain. Fasihah bangun, melipat selimut, dan mengemaskan katilnya. Dia segera menuju ke bilik air bersama baldi dan tualanya. Tak lama kemudian, dia kembali ke bilik. Mengambil bakul bajunya. Azan Subuh berlagu syahdu bagi jiwa-jiwa yang hidup.

“Emm...... tak ke surau ke.....” tuturku lambat-lambat.

"Emm..tak boleh solat pulak. Baru je.. Cadang nak basuh baju.. kenapa Zah.?” Fasihah terkejut.

“Haa...takde apa-apa..”

Fasihah berlalu, dan aku berbelah bahagi. Cadangnya aku ingin bersamanya ke surau. Aku merasa tak kuat dalam keseorangan.

Tiba-tiba aku bangun. Kekuatan menerpa ke dalam jiwaku. Lalu mulai saat itu aku tekad! Saat aku melangkah kaki ke surau, meninggalkan bilikku pada fajar yang hening itu, aku bertekad untuk meninggalkan jua segala fitrahku yang songsang. Walau aku harus sendiri, aku ingin merasa indahnya hidup bertemankan Allah dalam setiap langkahan kakiku, dalam setiap hela nafasku. Ya! Inilah jalan hidupku yang ku cari-cari.

Sedang dari jauh ada sepasang mata memerhatikan. Ada air hangat mengalir di situ...

Nukilan,
Tinta_Kejora
Syahadah al-Hafeezah




Monday, December 14, 2009

MENJAGA SEKEPING HATI MILIK DEWASA




Menjaga sekeping hati milik dewasa
Sungguh susah!
Sungguh resah!
Sungguh gelisah!
Sungguh!


Sungguh-sungguh ia selalu datang
Menyapa dan menggoda


Yakin pada janji-Nya
Maka kesabaran menjadi lekat
Dan ketenangan menjadi padat
Dan pasrah pun makin erat
Dan cintaNya tambah memekat.


Teratak Ilham
10/9/2009

Sunday, December 13, 2009

19 CIRI-CIRI KEDEWASAAN YANG TULEN : )


1) Terima kritikan dengan rasa terima kasih  
2) Tidak memanjakan diri 
3) Tidak mengharapkan pertimbangan khas 
4) Dapat mengawal perasaan sendiri 
5) Tangani kecemasan dengan tenang 
6) Tidak mudah tersinggung
7) Bertanggungjawab atas tindakan 
8) Menerima kenyataan bahawa tiada orang yang 100% baik dan 100% buruk 
9) Tidak hilang kesabaran pada kelewatan yang munasabah 
10) Membuat penyesuaian dengan orang lain
11) Sporting 
12) Boleh menghadapi kekecewaan atau kekalahan tanpa bersungut atau merengek 
13) Tidak mempunyai kebimbangan yang berasas mengenai perkara yang di luar keupayaannya 
14) Tidak bercakap besar dan berlagak
15) Jujur 
16) Mengatasi perasaan cemburu 
17) Berfikiran terbuka 
18) Tidak mencari salah orang lain 
19) Merancang tindakan 

~Adapted from my fren'z exam's note-Halawatul_Nasirah~ 
~Pic edited from Miscellaneous - 045~