Wednesday, November 24, 2010

TUNGGANGI HAWA NAFSU MENUJU NEGERI ABADI


Suatu hari, seorang pemuda diserahkan oleh bapanya kepada seorang guru sufi untuk dididik cara mengawal nafsunya.
"Siapkan bekalan. Mari ikut saya bermusafir," kata guru sufi itu sebaik sahaja pemuda itu tiba di madrasahnya.
Pemuda itu agak terkejut kerana dia masih keletihan akibat perjalanan yang jauh ke madrasah guru sufi itu.
"Apa yang perlu saya bawa?"
"Bawa pakaian sehelai dua," jawab guru sufi.
Mereka pun memulakan perjalanan yang agak jauh. Setelah agak lama,mereka menemui satu bukit yang agak tinggi.
"Kita akan mendaki bukit ini."
"Mana jalannya?"
"Kita susuri jalan di tepi lereng bukit," kata guru sufi.
"Nanti, nanti... saya sangat keletihan. Alangkah baik jika ada keldai. Kita boleh menunggangnya."
"Kamu hendak menunggang keldai? Baiklah, mari kita membelinya dahulu."
Dalam hatinya berasa lega, dia tidak akan terpaksa berjalan lagi. Dia sangat-sangat keletihan. Setelah guru sufi membeli dua ekor keldai, dia pun berkata, "Sekarang ada dua ekor keldai. Saya akan menunggang salah seekor daripadanya..."
"Dan saya akan menunggang seekor lagi," pintas pemuda itu.
"Tidak!" kata guru sufi itu.
"Mengapa?"
"Jangan bertanya, patuh saja!"
Pemuda itu terkejut, tapi tidak berani melawan.
"Habis, kita akan biarkan seekor keldai ini berjalan tanpa membawa apa-apa beban?"
"Tidak, sebaliknya kamulah yang akan memikulnya!"
"Memikul keldai menaiki bukit yang tinggi itu?"
"Ya. Pikul keldai itu dan naik ke atas bukit," jawab guru sufi itu pendek dan tajam.
Maka dengan susah payah, dia memikul keldai itu sambil menyusuri jalan di tepi lereng bukit itu. Termengah-mengah. Dia benar-benar keletihan. Sebaliknya guru sufi bersantai-santai menaiki keldainya berjalan di hadapan pemuda itu. Belum sampai separuh perjalanan,pemuda itu pun jatuh keletihan. Dia hampir pengsan. Setelah merawat si pemuda dan memberinya minuman,guru sufi itu pun berkata, "Anakku,keldai itu umpama nafsumu. Allah ciptakan nafsu untuk kau menungganginya bukan kau ditunggangi olehnya."
"Maksud tuan?"
"Dengan menurut nafsumu, kau akan disusahkannya. Jiwa, hati dan badanmu akan kelelahan. Kehendak nafsu tidak ada batas dan tidak pernah puas. Lepas satu-satu kehendak dan kerenahnya. Ini samalah dengan kau memikul keldai dan menaiki bukit yang tinggi."
Pemuda itu terdiam.
"Sebaliknya, jika kau menunggangi nafsu dengan mengawal dan menguruskannya, kau akan mendapat kemudahan dalam menjalani kehidupan. Nafsu berguna selagi dia menjadi hamba tetapi apabila dijadikan tuan, apalagi tuhan, maka hidup kita akan dihancurinya."
"Seperti saya yang memikul keldai tadi?"
"Ya. Dan lihat pula betapa mudahnya menyusuri jalan di lereng bukit itu dengan menaiki keldai. Begitulah nafsu apabila dikawal dan digunakan ke arah kebaikan."
"Ya,ya. Orang yang mengikut perintah hawa nafsunya bagaikan memikul keldai menaiki bukit!"

PENGAJARAN: Nafsu adalah sebahagian daripada diri kita yang jika tidak dikawal akan menyusahkan kita. Oleh sebab itu, kawallah nafsu bukan kita dikawalnya.
Sumber: http://www.iluvislam.com/tazkirah/nasihat/1198-memikul-nafsu.html


 Share This Post =)

REALLY REALLY REALLY INSPIRED....!

Dr Muhammad Afifi al-Akiti BA (Queen's), MA (Oxon), MSt (Oxon), DPhil (Oxon), MSIEPM - also known as Shaykh Afifi[1][2] - isKFAS Fellow in Islamic Studies at the Oxford Centre for Islamic Studies,[3] and Islamic Centre Lecturer in Islamic Studies at theFaculty of TheologyUniversity of Oxford,[4] and is a Fellow of Worcester College, Oxford. He is the first ever Malay to be appointed to such a position in this world famous University.[5]
Dr al-Akiti completed his DPhil in Medieval Arabic Philosophy from Oxford University as a Clarendon Scholar in 2008. His thesis identifies and systematically considers for the first time a group of philosophical writings, called the Madnun corpus, attributed to Islam's greatest theologian, al-Ghazali (d. 505/1111) - his discoveries are based on a painstaking survey of nearly 50 medieval Arabic manuscripts. Besides acquainting scholars with this remarkable new body of source material, his three-volume study presents a critical edition of the most advanced and technical work of this corpus, the manual on metaphysics and natural philosophy called the Major Madnun.[6][7]
Dr al-Akiti, who comes from Malaysia, is trained as a theologian and philologist in both the Islamic and Western traditions: educated originally at the feet of the ulema of the Muslim world, he subsequently received a First Class degree in Scholastic Philosophy andHistory of Science from the Queen's University Belfast, where he was awarded various scholarships to read for his Masters and Doctoral degrees at Oxford. His areas of expertise are Islamic theology, philosophy and science.[8]
In 2009, along with Professor Muhammad Abdel Haleem and the IIIT, Dr al-Akiti was shortlisted for the Annual UK Muslim Awards, in one of its 15 coveted Awards for Excellence, the Allama Iqbal Award for Creativity in Islamic Thought.[9]
In 2010, Dr al-Akiti was appointed Privy Councillor to the State of Perak, Malaysia, by the Crown Prince of Perak, Raja Dr Nazrin Shah.[10]
Source- http://en.wikipedia.org/wiki/Afifi_al-Akiti

Ya Allah... please help us... guide us.. bless us..
So that we can contribute something to haza ad-din al-a'la (Islam) and the ummah.

...اللهم اجعلنا من الناجحين الفائزين في الدارين"
"... واجعل التوفيق والنجاح والسداد طريقنا وحليفنا دائما يا رب العالمين
  

 Share This Post =)

Sunday, November 21, 2010

Aku Tinggalkan Dia Demi Allah...


Dengan nama Allah... sebaik-baik Penjaga Cinta....
Namamukah yang tertulis di luh mahfuz sana?
Engkaukah yang bakal menemaniku jalan menuju syurga?
Dirimukah yang akan melengkapkan separuh dari agamaku?
Aduhai pria.
Adakah kau yang tercipta untukku?
Jawab pertanyaanku ini.
Jawab!
Kau takkan pernah dapat memberi jawapan,
Kerna jawapannya bukan di tanganmu,
Tetapi di tangan-Nya.

Di tangan Tuhan kita; Allah,
Tuhanku dan Tuhanmu.
Gelisahku memikirkan dirimu,
Dan ketakutanku memikirkan Tuhanku,

Aduhai pria,
Maafkan aku,
Ketakutanku pada Tuhanku melebihi kegelisahanku memikirkanmu...
Jemput diriku pabila waktunya tiba,
Sebelum sampai saat itu, biarkan aku sendiri bersama Si Dia,

Akan kucipta cinta bersama Dia,
Sebelum kucipta cinta antara kita.
"Jadilah dirimu kumbang yang hebat,
Dan doakan aku agar menjadi bunga yang mekar.."
Untuk itu, Aku tinggalkan dirimu pada-Nya...........
Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu,
Tidak ada suatu binatang melata melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya,
Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.
Usah bersedih atas perpisahan sementara ini,
Jika benar aku tercipta untukmu,
Tiada apa yang dapat menghalangnya,
Sebelum saat itu tiba,
Berdoalah pada Allah moga diberi kekuatan,
Mohonlah padanya dengan penuh mengharap.
Yakinlah pada janji Allah!
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) [Surah An Nur: 26]
Sesungguhnya Allah takkan pernah mensia-siakan pengorbananmu,
Bilamana kita tinggalkan semua ini kerana Allah semata,
Yakinlah!
Akan ada sesuatu yang indah untukmu di pengakhiran nanti.
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu,
Daripada yang sekarang (permulaan),
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu ,
Lalu (hati) kamu menjadi puas.
[Surah Ad dhuha: 4 & 5]
Beruntunglah kamu!
Tatkala Allah memilihmu untuk menyedari hakikat perhubungan antara lelaki dan wanita
Allah memilihmu!
Jangan pernah sia-siakan kasih sayang Allah ini.
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu
Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya
[Surah As Syams: 8-10]
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:
"Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka,
Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:
"Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih;
dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu
[Surah Fussilat: 30]
Dan tika kamu merasa lemah,
Mohonlah kekuatan dari-Nya,
Allah itu dekat,
Yakin pasti.
Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan,
Maka mohonlah perlindungan kepada Allah,
Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Surah Fussilat: 36]
Kamu dan aku adalah intan terpilih,
Berdoalah aku kuat dan tabah untuk menjaga kilauanku,
Berdoalah tiada sang kumbang durjana merosakkannya sebelum yang halal tiba,
Aku juga sentiasa mendoakanmu agar dalam peliharanya,
Sentiasa.


Saturday, November 20, 2010

Jodoh - Mencari Yang Terlalu Sempurna?



Jika kamu memancing ikan...
Setelah ikan itu terlekat di mata kail,
hendaklah kamu mengambil ikan itu...
Janganlah sesekali kamu LEPASKAN ia
semula ke dalam air begitu saja...
Karena ia akan SAKIT oleh kerana bisanya,
ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan MENDERITA selagi ia masih hidup.
Begitulah juga...
Setelah kamu memberi banyak PENGHARAPAN kepada seseorang...
Setelah ia mulai MENYAYANGIMU,
hendaklah kamu MENJAGA hatinya...
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja...
Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu,
dan mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia mengingatmu...
Jika kamu menadah air biarlah berpada,
jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia
begitu teguh... cukuplah sekadar keperluanmu...
Apabila sekali ia retak... tentu sukar untuk kamu menambalnya semula...
Akhirnya ia dibuang...
Sedangkan jika kamu cuba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan
lagi...
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, TERIMALAH seadanya...
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu
istimewa...
Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan KESILAPAN bukan
mudah bagi kamu untuk menerimanya...
Akhirnya kamu KECEWA dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu MEMAAFKANNYA boleh jadi hubungan kamu akan TERUS hingga
ke akhirnya....
Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi,
yang kamu pasti baik untuk dirimu...
Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, cuba mencari makanan yang lain...
Terlalu ingin mengejar kelazatan...
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya...
Kamu akan menyesal.
Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan,
yang pasti membawa KEBAIKAN kepada dirimu.
MENYAYANGIMU... MENGASIHIMU...
Mengapa kamu berlengah,
cuba MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan KEHILANGANNYA apabila dia menjadi milik orang lain
Kamu juga yang akan MENYESAL...

Jodoh - Mencari Yang Terlalu Sempurna | iluvislam.com + discover the beauty of islam

Thursday, November 18, 2010

Nasihat Buat Puteri


Subhaanalah... Walhamdulillah.. Wa La ilaha IllaLlah..
Alhamdulillah Allah mengizinkan saya untuk menulis lagi =)


Saya sangat gembira untuk mewujudkan posting2 dengan labels baru ini.
Posting-posting dalam labels 'Nasihat Buat Puteri' ini, saya khususkan buat bapa saya,
Cikgu Abdullah bin Ab. Manaf.
Saya tahu saya tidak mampu untuk membalas walau sekadar hujung jari kelingking pun kepada beliau. Jasa beliau sungguh amat banyak sekali..
Saya tidak tahu apa saya sempat tumbuh membesar dengan keadaan ekonomi yang stabil untuk membalas jasa beliau dari sudut materi. Kalaulah dikirakan dari umur di dalam kandungan hingga bakal 24 tahun ini, sudah berpuluh-puluh atau mungkin beratus ribu sudah dihabiskan pada saya..saya tidak mungkin dapat menghitungnya.. Tidak mungkin...

A TRIBUTE TO ABAH AL-MAHBUUBAH...  
Berisikan kata-kata nasihat yang beliau nukilkan untuk saya.
Beliau tujukan untuk saya.
Beliau hadiahkan untuk saya.
Walau saya tahu, ia tidak mungkinlah setaraf dengan 'Nasihat Luqman al-Hakim kepada anaknya'... namun saya tahu, ia semuanya ikhlas untuk kami adik beradik.
Beliau lelaki pertama yang saya cintai.. 
Beliau lelaki pertama yang saya sayangi..
Sebelum saya sempat mengenal cinta seorang lelaki agung iaitu Nabi Muhammad s.a.w..
Tapi tetaplah, semoga cinta saya sekarang kepada Baginda Muhammad s.a.w adalah melebihi cinta saya pada beliau dan isteri beliau. Namun saya pasti, dalam hal ini, beliau tidak akan marahkan saya, malah akan sangat gembira... 


CINTA SEORANG AYAH YANG TULUS
Cinta seorang ayah amatlah tulus. Kepada anak-anaknya, apatah lagi kepada anak perempuannya. Ia perasaan yang tulus suci tapi tersendiri. Ia tidak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Ia sukar difahami apatah lagi oleh anak-anak mereka, khususnya yang makin tambah membesar dari hari ke hari.


JIWA MENUJU DEWASA INI MAKIN TERKESAN..
Semenjak dua menjak ini saya kembali terkesan. Saat beliau sering menghantar mesej kepada saya dan adik beradik saya yang rata-ratanya berada di kejauhan. Abang Hafiz di Kuala Terengganu, saya sendiri di Kuala Lumpur, apatah lagi adik Hakim di Pulau Labuan nun jauh dipisahkan Laut China Selatan. Yang lain pula semuanya tinggal di asrama, hanya pulang setiap 2 minggu. Mesej-mesej yang dihantarnya pada remang dinihari, ketika qiamullail yang mana merupakan amalan rutinnya, sering sahaja singgah di inbox saya di setiap pagi bila saya bangun pagi. Saya bangun setiap pagi dengan membaca mesej dari beliau.
Justeru, saya ingin nukilkan di dalam blog saya ini. (Semuanya masih disimpan dengan baik dalam inbox saya). Semua manfaat dan pahalanya yang baik, saya kembalikan pada beliau. Insya Allah..... Ya, mungkin sekali kerana beliau berasa sunyi, lalu sering sahaja menghantar pada kami adik-beradik. Itulah, bukan tidak sering beliau menyebutkan.. "Nak cu....!" Mungkin sudah lama tidak ada anak kecil.. Adam juga sudah mahu masuk Tingkatan Tiga. 


Antara yang paling terkesan juga, adalah kerana saya banyak memikirkan. Saya berkira-kira mahu melepaskan hati dari mereka disebabkan umur dewasa ini. Namun ternyata tidak mampu. Biarlah saya matang dan berdikari dalam tindakan, tapi tetap saya mendahulukan mereka dalam segenap hal. Sementara mereka masih ada bersama saya... Biarlah mak tetap menjadi sahabat baik rakan karib saya yang saya ceritakan perihal diri saya.. biarlah abah tetap menjadi sumber motivasi dan tarbiyyah ruhiyyah saya... abi murabbi...


Lalu sedang saya berkira-kira mengemaskan perasaan (mungkin Allah mahu tunjukkan pada saya).. saya ke program baru-baru ini, lalu melihat anak-anak kecil.. dua orang puteri yang asyik bermain dengan gembira dan kelihatan polos sekali.. Peserta bersolat berjemaah bersama-sama. Ayah dan ibu dua kanak-kanak itu (termasuk saya) adalah adhoc program tersebut. Sehabis solat, puteri tersebut terus berlari-lari anak melalui barisan solat, lalu berlari mendapatkan ayah mereka. Beberapa kali juga mereka tersasar (mungkin kerana baju/wajah yang lebih kurang sama dengan abah mereka), namun cepat-cepat mereka melarikan diri lalu mencari kembali wajah bapa mereka. Selepas berjumpa ayah mereka, mereka terus naik ke riba dan memeluk bapa mereka.. keadaan itu sungguh mesra di hati saya. Hati saya menangis, dan mata terasa panas sekali, mengingatkan mungkin begitu keadaannya saya ketika kecil dulu. Bukan tidak sering abah bercerita kembali momen-momen manis ketika kecil dahulu...


Juga, saya mendengar lagu ini... dan beberapa kali menangis. Ayah (The Masterpiece of Rinto Harahap with Tohpati). Ini adalah suara hati dari seorang anak buat bapanya... sungguh mendalam. Ia kerinduan yang mendalam di lubuk hati yang paling dalam. Tidak dapat diluahkan.. saya tidak pernah mengalaminya..tapi saya mencuba untuk memahami.. Saya mengulang2 lagu ini... dan Ukht Roomate saya yang telah kehilangan ayahnya di waktu umur 6 tahun.. berasa sedih.. lalu selepas itu, saya tidak memasangnya lagi.. hanya mendengarnya seorang diri.. Maaf ukht yang dekat di hati....



Ternyata saya ramai sekali sahabat yang telah kehilangan bapa. Semuanya tumbuh amat kuat perasaan dan juga mentalnya. Mereka membesar menjadi anak yang baik, tabah dan matang dan berdikari. Ada Ukht Solehah Samsudin, Ukht Hayati Ismail, Ukht Maslida Suddin, Ukht Fariza Zahrin, Ukht Fatimah Ab. Halim, Ukht Aniza Ismail, Ukht Atiqah Che Aziz, dan ramai lagi... ternyata saya keharuan.. Mereka menjadi bintang kepada ibu juga adik beradik mereka yang lain. Saya amat kagum pada mereka. Kalau saya, entah dapat kuat dan teguh kah..?

Juga saat saya mendengar lagu nasyid ini.. Saat Lafaz Sakinah oleh FarEast. Nasyid ini sungguh unik. Melodi jua liriknya. Sampai Ukht Roomate saya sempat membuat lelucon pada saya. "Adah, nanti minta abah awak karaoke ngan menantu masa majlis kahwin.."
"Ukht... abah saya tak berapa minat lagu-lagu/nyanyi2 ni...." balas saya. =P
(Ya Allah...semoga abah dan mak saya sempat melihat kebahagiaan dan kejayaan saya...!)



Dan lagi...paling utama..kerana abah saya sedikit tidak sihat..
Beliau menghidap kencing manis... dan sekarang berat beliau sudah makin susut... (mungkin sudah sama dengan saya, dan lebih ringan dari mak). Allah sahaja yang tahu betapa sedihnya saya... sangat sangat sedih..! 
May Allah bless us ~

          

Monday, November 15, 2010

MENULIS DAN TERUS MENULIS....


Saya ingin menulis dan terus menulis...
Membaca lalu menulis lalu menyebarkan...
Menyebarkan buat orang ramai.

Allah...izinkan saya untuk terus menulis...
Nabi dan Rasul...izinkan saya untuk terus menulis..
Malaikat...izinkan saya untuk terus menulis..
Mak abah...izinkan saya untuk terus menulis..
Sahabat....izinkan saya untuk terus menulis..
Ummah......... izinkan saya untuk terus menulis..!

Menulis apa sahaja..
Mencoret apa sahaja...
Menyebarkan apa sahaja..
Yang baik dan bermanfaat...

Saya tidak pandai dalam berkuliah dan menyampaikan..
Menulis juga tidak pandai..
Tapi izinkan saya...

Kerna tanpa menulis, saya tidak tahu untuk berbuat apa lagi..
Saya hanya tinggal puing kosong tak bererti..
Buih di laut yang tidak berguna..

Tapi..
"Kabura Maqtan Inda Allah.. an Taquulu Ma La Taf'alun..." (Assoff (61): 3)
"Amat besar kebencian di sisi Allah apabila kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.."
Bukan hanya semata-mata 'kata' yang pada lidah...
Itu..... 'kata' yang pada jari jemarimu...
Waspadailah ia selalu.....
Wahai sang penulis...!

Friday, November 12, 2010

ANAK MELAYU ISLAM DIIKTIRAF PAKAR PENDIDIK FARMASI KLINIKAL ASIA PASIFIK

"My beloved Ayah Long.. I am very proud of him. 
And I hope I can gain success in this academic field too.. 
the field which I love in order to contribute 
to my deen and for the sake of ummah..
Kerna hanya dengan ilmu dan amalan serta taqwa kita bangkit mulia...
May I be sincere and droven by MY LORD... Aamiin"

Source: www.usm.my

PENANG, 10 Nov – Assoc. Prof. Syed Azhar was named the recipient of the prestigious FAPA Ishidate Award 2010 for Outstanding Educator in the field of Clinical Pharmacy by defeating four other finalists from Japan, Korea, Australia and Thailand in Taiwan recently.  This award was presented by the prestigious world body, the Federation of Asian Pharmaceutical Associations (FAPA) in recognition of his expertise in the field of clinical pharmacy. As the first Malaysian to win this prestigious award since it was introduced in 1986, his success has brought honour to the country.

FAPA was established in 1986 with the aim of giving recognition to countries, institutions and individuals who have contributed significantly to the field of pharmaceuticals, not merely in the interests of their country but also to the development of this field beyond the Asia Pacific region.

Assoc. Prof. Syed Azhar said that this success, although unexpected is one of his greatest achievements since becoming a lecturer at the School of Pharmaceutical Sciences in 1996.

He added that apart from spurring him on to be more active in carrying out his duties to educate the public, this is a landmark victory in placing Malaysia on the same level as first world countries in the development of the field of pharmaceuticals.

“This success will open up opportunities for the country and USM in particular, to develop pharmaceutical education to an excellent level and which is listed in the group of developed nations that have very high standards and quality of pharmaceutical education.

“It is also the stepping stone for the country to go far in exploring opportunities in the field of pharmaceuticals and which will be a source of reference for others parties,  including other developing nations,” he said in a media conference here today.

He stressed that his ability to develop a sustainable curriculum in pharmacy as well as his experience in providing consultancy services to other countries in transforming pharmaceutical education were the key factors in enabling him to win the award.

“There are very strict criteria, including the requirement that the candidate must have made significant contributions towards developing the field of pharmaceuticals not merely in the interests of their country, but also beyond the Asia Pacific region.

“I have experience in providing consultancy services for developing and transforming pharmaceutical education in other countries, including the Philippines, Mongolia and Pakistan and this was an advantage because they have put into effect the advice that was provided,” he said.

Apart from being the Dean of the School of Pharmaceutical Sciences, Assoc. Prof. Syed Azhar heads several pharmaceutical-based institutions and is also the President of the Asian Conference on Clinical Pharmacy Association (ACCP); the Chairman of the Deans of Pharmacy in Public Institutions of Higher Learning; a consultant for the World Health Organisation and others.

Globally, recipients of the FAPA Inshidate Awards are recognized as experts and distinguished personalities in the field of pharmaceuticals and USM’s success through Assoc. Prof. Syed Azhar will place Malaysia on the map as a country with expertise in the area of pharmaceuticals and an excellent pharmaceutical education programme.


Photo: Mohd Fairus Md.  Isa

UNTUK ANDA YANG PRIHATIN DAN DIKURNIAKAN REZEKI OLEH ALLAH


IKHWAH DAN AKHAWAT YANG DIRAHMATI ALLAH, SERTAILAH AMAN PALESTIN DALAM MELAKUKAN IBADAH QURBAN UNTUK UMAT ISLAM SAUDARA SEAQIDAH KITA YANG TERANIAYA DI PALESTIN.
SESUNGGUHNYA MEREKA AMAT MENGHARAPKAN BANTUAN KITA YANG TELAH DIKURNIAKAN REZEKI DAN KESENANGAN DI BUMI BERTUAH MALAYSIA INI.

"Takutlah pada soalan dan bancian di akhirat berkenaan hartamu di dunia ini......"

Sadaqah Qurban ialah sejenis sedekah, ia dikaitkan dengan Ibadah Korban kerana sumbangan tersebut akan digunakan untuk membeli haiwan korban dan disembelih pada Hari Raya Aidiladha untuk diagihkan kepada rakyat Palestin.
Orang yang memberi sedekah ini diberi -insyaAllah – pahala ‘wajib’ kerana sumbangan disalurkan kepada orang yang layak dan sangat memerlukan. Tabaru’ (sumbangan sunat) kepada rakyat Palestin adalah wajib mengikut fatwa ulama’ mu’tabar.
Al-Qardawi: “Saya berpendapat membantu saudara kita di Palestin bukanlah sedekah sunat, bahkan ianya kefardhuan yang wajib dan tugas yang mesti dilaksanakan ke atas ummah.”
Dr. Wahbah Az-Zuhaili: “Dalam waktu sekarang ini para penduduk Gaza menjadi golongan utama untuk mendapat haiwan dan daging korban disebabkan keadaan mereka yang tengah ditimpa krisis… hal tersebut dihukum syib (menyerupai) wajib.”
Syeikh Faisal Maulawi (Timbalan Presiden Majlis Mufti Eropah, ulama terkenal Lubnan): “… boleh jadi ia adalah wajib iaitu menolong saudara-saudaranya yang sedang berjihad… “
Syeikh Farid Washil (mantan Mufti Besar Mesir): “Saya menyatakan bahawa penyaluran haiwan korban saat ini untuk masyarakat Gaza hukumnya wajib sewajibnya.”

>>> WEB AMAN PALESTIN
>>> ISI BORANG ONLINE DI
http://www.amanpalestin.net/ salam.php?borang_qurban